Selasa, 31 Maret 2020

FIBER OPTIK THE MOST BETTER NETWORK CABLE (MATERI DARING XI TKJ TJBL)


FIBER OPTIK


Pengertian Fiber Optik

Singkat cerita apa itu Fiber Optik? saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai rambut, dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Sumber cahaya yang digunakan biasanya adalah laser atau LED. Kabel ini berdiameter lebih kurang 120 mikrometer. Cahaya yang ada di dalam serat optik tidak keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara, karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi serat optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi. 
 Prinsip dan Cara Kerja Kabel Fiber Optic Sebagai Media Transmisi
 Saat ini, jaringan komputer sudah mengadopsi teknologi transmisi dan transfer data secara digital. Hal ini berarti setiap data dan juga paket data membutuhkan media koneksi dan jga media transmisi yang mendukung perpindahan data secara digital, agar data tersebut bisa saling berkomunikasi.

Untuk dapat mendukung komunikasi dan juga teknologi jaringan komputer yang menggunakan media transmisi digital tersebut, maka ada 3 media transmisi yang dapat digunakan untuk menyalurkan data dan informasi dalam bentuk digital, yaitu:
1. Tembaga

Tembaga merupakan teknologi yang sudah sejak dulu digunakan untuk melakukan transmisi data dalam bentuk digital. Hal ini ditunjukkan dengan penggunaan kabel data yang terbuat dari tembaga, begitu pula dengan kabel jaringan komputer.

2. Udara

Udara juga merupakan salah satu media yang dapat melakukan proses transmisi paket data dan juga informasi yang berbentuk sinyal digital. Karena itu, konektivitas dalam bentuk wireless saat ini banyak digunakan. Terutama pada koneksi telepon dan juga jaringan komputer yang sifatnya nirkabel.

Sinyal dan juga paket data akan ditransmisikan ke perangkat melalui udara. Tetapi kelemahannya apabila terjadi gangguan cuaca, maka terdapat kemungkinan proses transmisi data akan mengalami gangguan.

3. Kaca


Kaca merupakan media transmisi sinyal dan juga paket data digital lainnya. Kaca mampu untuk melakukan proses transmisi data lebih cepat dibandingkan dengan media tembaga, sehingga mulai banyak menggantikan peran dari kabel jaringan yang terbuat dari tembaga. Contohnya adalah penggunaan kabel fober optic, yang terbuat dari serat kaca murni.

Teknologi Point to Point Fiber Optik

 Point-to-Point (OLT) Jarak pelanggan dengan central office dapat mencapai hingga 80 km, dan setiap pelanggan disediakan satu dedicated fiber optic dengan full bi-directional bandwidth. Salah satu arsitektur aktif point to point ini ialah Digital Loop Carrier (DLC). · Star (Point to Multipoint / Active Optical Network/ AON), arsitektur dengan beberapa perangkat pelanggan yang terkoneksi secara bersama-sama memanfaatkan satu kabel feeder melalui sebuah remote node yang terletak diantara central office dan pelanggan. Sebuah remote node dapat melayani hingga seribu terminal pelanggan.


Karakteristik Kabel Fiber Optik

Karakteristik fiber optik adalah sebagai berikut:
1. Beroperasi pada kecepatan tinggi (gigabit per detik)
2. Mampu membawa paket-paket dengan kapasitas besar
3. Biaya rata-rata pernode cukup mahal
4. Media dan ukuran konektor kecil
5. Kebal terhadap interferensi elektromagnetik
6. Jarak transmisi yang lebih jauh ( 2 - 60 kilometer)
Fiber optic merupakan media transmisi terkini untuk standard Ethernet dalam kabel lan. Perbedaan utama dalam hal fungsi antara kabel fiber optic dan kabel electric adalah sebagai berikut:
1. Jarak lebih jauh
2. Jauh lebih mahal
3. Kurang interferensi magnetic, membuatnya lebih lama
4. Dapat menunjang keceptan sampai 10Gigabits


Kabel fiber optik memiliki berbagai kapasitas diantaranya: 6, 8,12, 24, 48, 96, 144, 248, 288 core. Kabel ini secara singkat terdiri dari berbagai lapisan yaitu : kulit luar, tube, core, coat, cladding, dan core inti dengan segala pelindungnya.

Susunan warna  kabel fiber optik Distribusi : 
1. Biru, 
2. Oranye, 
3. Hijau, 
4. Coklat, 
5. Abu-abu, 
6. Putih,
7. Merah, 
8. Hitam, 
9. Kuning, 
10. Pink, 
11. Ungu, 
12. Toska. 
Dengan satu tube terdapat 6, 8, dan 12 warna core inti.

Kode Warna & Pelabelan  Kabel Fiber Optik

Dalam kabel fiber optik dengan jumlah core yang banyak, maka core itu akan dikelompokkan dalam satu selubung (tube). Satu tube mengandung 12 warna kabel fiber optik core. Dengan demikian kabel fiber optik 24 core akan memiliki 2 tube yang masing masing berisi 12 warna core serat optik yang berbeda. Warna selubung untuk pembungkus “kelompok” warna core serat optik pun juga berdasarkan urutan di atas. Untuk contoh di atas, maka selubung corenya akan berwarna biru dan orange. Demikian seterusnya. Sehingga jika anda mengupas kabel fober optik 96 core, maka akan memiliki 8 selubung dengan warna biru, orange, hijau, cokelat, abu-abu, putih dan merah. Dan jika menentukan warna kabel fiber optik core yang ke 24, maka akan berada dalam selubung berwarna orange, dan serat optik yang berwarna tosca. Demikian seterusnya.

 
Selain warna kabel fiber optik core, ada kode sebagai keterangan tambahan untuk kabel fiber optik tersebut. Diataranya,
SM           = Jenis Fiber Single Mode
MM          = Multi Mode
48 / 4 T    = Menunjukkan jumlah Fiber Optik dan jumlah tube.
A              = Aerial atau kabel udara
D              = Fiber optik kabel duct
DB           = Direct Burried (kabel tanam langsung)
LT            = Lose Tube (tube yang berongga)
ST            =  Straight Tube (tube tanpa rongga)
SCPT       = Single Core Per Tube digunakan untuk kabel distribution
NZDS       =  Non Zero Dispersion Shifted Fiber, atau Fiber tipe G.655
                      ( yaitu Fiber yang mempunyai dispersi sangat kecil.)
Contoh cara membacanya adalah sebagai berikut. Jika pada kabel tertulis 48/4T-SM-DB-LT maka berarti kabel tersebut berisi 48 core, 4 tube, jenis single mode, dan untuk kabel tanam langsung, serta jenis tubenya adalah berongga.
Dengan keterangan kode tulisan dan kode warna pada kabel fiber optik core maka akan mempermudah teknisi mengidentifikasi sehingga tidak terjadi kesalahan saat penyambungan atau splacing, dan mempermudah mengkoneksikannya dengan peralatan yang lain seperti ILD atau LED, patch cord, switch, dll.
Karakteristik Jenis Kabel Multi Mode

Jenis-Jenis Kabel Jaringan Fiber Optik

Tipe Kabel Fiber Optik Menurut Transmitter
Kabel jaringan fiber optik terdiri dari beberapa jenis, yang biasanya dapat dengan mudah diketahui dengan melihat transmitter (media transmisi data) yang digunakannya. Berikut ini jenis-jenis kabel jaringan fiber optik :1. Single Mode

Kabel jaringan fiber optik jenis single mode memiliki inti (core) yang relatif kecil, dengan diameter sekitar 0.00035 inch atau 9 micron. Jenis kabel fiber optik yang satu ini menggunakan tranmitter laser semi konduktor yang mengirimkan sinar laser inframerah dengan panjang gelombang mencapai 1300-1550 nm. Disebut ‘single mode’ karena penggunaan kabel fiber optik ini hanya memungkinkan terjadinya satu modus cahaya saja yang dapat tersebar melalui inti pada suatu waktu.Berikut ini karakteristik kabel jaringan fiber optik jenis single mode :
· Laju Data : Tinggi
· Jarak Pengiriman Data : Jauh
· Masa Pakai : Sebentar
· Sensitifitas Suhu : Substansial
· Biaya : Mahal
 2. Multi Mode

Jenis kabel fiber optik yang satu ini memiliki inti (core) yang lebih besar dibanding milik kabel fiber optik jenis single mode yakni berdiameter sekitar 0.0025 inch atau 62.5 micron. Dengan ukuran yang lebih besar, maka penggunaan kabel fiber optik jenis ini memungkinkan ratusan modus cahaya tersebar melalui serat secara bersamaan. Kabel fiber optik multi mode ini menggunakan LED (Light Emiting Diode) sebagai media transmisinya, serta lebih ditujukan untuk kepentingan komersil.Berikut ini karakteristik kabel jaringan fiber optik jenis multi mode :
· Laju Data : Rendah
· Jarak Pengiriman Data : Pendek
· Masa Pakai : Lama
· Sensitifitas Suhu : Minor
· Biaya : Rendah (Murah)

1. Duct Cable

Kabel duct adalah kabel fiber optik yang instalasinya menggunakan pelindung pipa duct/subduct, kabel ini dipendam dalam tanah (underground). Metode pemasangannya dengan cara galian terbuka (open trench) ataupun boring rojok (manual borring).


2. Direct Buried Cable

Direct Buried Cable atau kabel Tanam langsung, merupakan kabel fiber optik yang instalasinya dipendam dalam tanah (underground) dengan metode galian terbuka (open trench) kabel digelar langsung tanpa menggunakan duct/subduct. Jacketing kabel ini didesain lebih tebal daripada kabel duct.


3. Aerial Cable

Aerial Cable (Kabel Udara) merupakan kabel fiber optik yang instalasinya menggantung diudara (aerial). Metode pemasangannya kabel digantung diantara tiang-tiang penyangga. Terdapat 3 jenis kabel Udara yaitu Figure 8, ADSS dan OPGW


4. Indoor Cable

Kabel fiber optik yang diimplementasikan didalam bangunan / gedung.
di Telkom sendiri, Telkom Akses menerapkan Kabel DropCore yang terdiri dari 2 core (BiruOren), di terapkan di topologi FTTH (Fiber To The Home) dari ODP ke User.


Jenis-jenis Konektor Fiber Optik dan Kegunaannya



 


Beritut ini adalah beberapa konektor fiber optik serta tipenya :
· FC (Fiber Connector)
Digunakan untuk kabel single mode dengan akurasi yang sangat tinggi dalam menghubungkan kabel dengan transmitter maupun receiver. Konektor ini menggunakan sistem drat ulir dengan posisi yang dapat diatur, sehingga ketika dipasangkan ke perangkat lain, akurasinya tidak akan mudah berubah.


 
Gambar diatas adalah konektor FC
· SC (Subsciber Connector)
Digunakan untuk kabel single mode, dengan sistem dicabut-pasang. Konektor ini tidak terlalu mahal, simpel, dan dapat diatur secara manual serta akurasinya baik bila dipasangkan ke perangkat lain.

Gambar diatas adalah konektor SC
· ST (Straight Tip)
Bentuknya seperti bayonet berkunci hampir mirip dengan konektor BNC. Sangat umum digunakan baik untuk kabel multi mode maupun single mode. Sangat mudah digunakan baik dipasang maupun dicabut.

 
Gambar diatas adalah konektor ST

· Biconic 
Salah satu konektor yang kali pertama muncul dalam komunikasi fiber optik. Saat ini sangat jarang digunakan.

 
Gambar diatas adalah konektor Bisonic
· MPO/MTP
Konektor MPO adalah singkatan industri untuk "Multi-fiber Push On", dengan mekanisme penyisipan penyisipan push-on, memberikan interkoneksi yang konsisten dan berulang dan tersedia dengan serat 4, 8, 12, atau 24. MTP® adalah merek dagang dari konektor Conec untuk MPO AS. MTP / MPO adalah konektor yang dibuat khusus untuk kabel pita multifiber. Konektor single-mode MTP / MPO memiliki ferrule siku yang memungkinkan pantulan balik minimal, sedangkan konektor multimode ferrule biasanya rata. Kabel pita datar dan tepat dinamai karena struktur seperti pita datar, yang merumahkan serat berdampingan dengan jaket.

 
Gambar diatas adalah konektor MPO/MTP 

· SMA
Konektor ini merupakan pendahulu dari konektor ST yang sama-sama menggunakan penutup dan pelindung. Namun seiring dengan berkembangnya ST konektor, maka konektor ini sudah tidak berkembang lagi penggunaannya.

 
Gambar diatas adalah konektor SMA

· F-SMA
Meskipun F-SMA sesuai dengan IEC 61754-22 adalah salah satu desain tertua di serat optik, namun tetap digunakan di beberapa pasar khusus. Selain aplikasi industri, ini terutama digunakan dalam teknologi medis.

 

~~~~~Selesai~~~~

Wassalamualaikum wr. wb.


FIREWALL DALAM JARINGAN (DARING KELAS XI TKJ MAPEL ADMINISTRASI INFRASTRUKTUR JARINGAN)

FIREWALL DALAM JARINGAN

 

Firewall adalah kombinasi antara perangkat keras “hardware” dan perangkat lunak “software” yang berfungsi untuk memisahkan antara sebuah jaringan komputer menjadi dua atau lebih untuk menjaga keamanan data. Atau biasa juga definisi firewall seperangkat program atau software yang saling terhubung satu sama lain, yang berbeda di server gateway jaringan komputer, yang berfungsi untuk melindungi sumber daya dari jaringan pribadi pengguna lain.
Dengan jaringan internet suatu perusahaan memungkinkan pekerjaannya mengakses ke internet lebih yang luas menginstal firewall, yang dimana untuk mencegah orang luar mengakses sumber daya pribadi untuk mengendalikan atau mencuri data-data.

Firewall adalah suatu cara untuk memastikan bahwa data pada komputer atau server Web yang terhubung tidak akan bisa diakses oleh siapa saja di Internet. Jika ada pihak lain yang mengakses informasi pribadi atau mengubah situs web kalian akan di blokir oleh Firewall.

Pada dasarnya firewall selalu bekerja sama dengan program router yang memeriksa setiap paket jaringan agar dapat menentukan apakah akan maju ke arah tujuannya. Firewall juga selalu bekerja sama dengan proxy server yang membuat permintaan jaringan atas nama pengguna workstation. Komputer atau PC yang dirancang secara khusus terpisah dari sisa jaringan sering di instal firewall, sehingga tidak akan ada permintaan yang masuk bisa langsung mengakses pada sumber daya jaringan.

Firewall juga sebagai suatu sistem perangkat lunak yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap cukup aman untuk bisa melaluinya dan juga mencegah lalu lintas jaringan yang dianggap tidak aman. Pada umumnya sebuah tembok api diterapkan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada gateway “pintu gerbang” antara jaringan lokal dengan jaringan internet.

Jadi tujuan utama dari firewall yaitu untuk memisahkan daerah yang aman dari daerah yang kurang atau tidak aman dan juga untuk mengontrol komunikasi antara keduanya. Firewall dapat melakukan berbagai macam fungsi lainnya, akan tetapi terutama bertanggung jawab untuk mengendalikan komunikasi inbound dan komunikasi outbound dari satu komputer ke semua atau seluruh jaringan.

 

 

Keamanan Jaringan Internet dan Firewall

Serangan terhadap keamanan sistem informasi (security attack) dewasa ini seringkali terjadi. Kejahatan computer (cyber crime)pada dunia maya seringkali dilakukan oleh sekelompok orang yang ingin menembus suatu keamanan sebuah sistem. Aktivitas ini bertujuan untuk mencari, mendapatkan, mengubah, dan bahkan menghapus informasi yang ada pada sistem tersebut jika memang benar-benar dibutuhkan. Ada beberapa kemungkinan tipe dari serangan yang dilakukan oleh penyerang yaitu :
  1.         Interception yaitu pihak yang tidak mempunyai wewenang telah berhasil mendapatkan hak akses informasi
  2.              Interruption yaitu penyerang telah dapat menguasai sistem, tetapi tidak keseluruhan. Admin asli masih bisa login.
  3.         Fabrication yaitu penyerang telah menyisipkan objek palsu ke dalam sistem target
  4.         Modification yaitu penyerang telah merusak sistem dan telah mengubah secara keseluruhan
Menurut David Icove, dilihat dari lubang keamanan yang ada pada suatu sistem, keamanan dapat diklasifikasikan menjadi empat macam:
1) Keamanan Fisik (Physical Security)
Suatu keamanan yang meliputi seluruh sistem beserta peralatan, peripheral, dan media yang digunakan. Biasanya seorang penyerang akan melakukan wiretapping (proses pengawasan dan penyadapan untuk mendapatkan password agar bisa memiliki hak akses). Dan jika gagal, maka DOS (Denial Of Service) akan menjadi pilihan sehingga semua service yang digunakan oleh komputer tidak dapat bekerja. Sedangkan cara kerja DOS biasanya mematikan service apa saja yang sedang aktif atau membanjiri jaringan tersebut dengan pesan-pesan yang sangat banyak jumlahnya. Secara sederhana, DOS memanfaatkan celah lubang keamanan pada protokol TCP/IP yang dikenal dengan Syn Flood, yaitu sistem target yang dituju akan dibanjiri oleh permintaan yang sangat banyak jumlahnya (flooding), sehingga akses menjadi sangat sibuk.
2) Keamanan Data dan Media
Pada keamanan ini penyerang akan memanfaatkan kelemahan yang ada pada software yang digunakan untuk mengolah data. Biasanya penyerang akan menyisipkan virus pada komputer target melalui attachment pada e-mail. Cara lainnya adalah dengan memasang backdoor atau trojan horse pada sistem target. Tujuannya untuk mendapatkan dan mengumpulkan informasi berupa password administrator. Password tersebut nantinya digunakan untuk masuk pada account administrator.
3) Keamanan Dari Pihak Luar
Memanfaatkan faktor kelemahan atau kecerobohan dari orang yang berpengaruh (memiliki hak akses) merupakan salah satu tindakan yang diambli oleh seorang hacker maupun cracker untuk dapat masuk pada sistem yang menjadi targetnya. Hal ini biasa disebut social engineering. Social engineering merupakan tingkatan tertinggi dalam dunia hacking maupun cracking. Biasanya orang yang melakukan social engineering akan menyamar sebagai orang yang memakai sistem dan lupa password, sehingga akan meminta kepada orang yang memiliki hak akses pada sistem untuk mengubah atau mengganti password yang akan digunakan untuk memasuki sistem tersebut.
4) Keamanan dalam Operasi
Merupakan salah satu prosedur untuk mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan sistem keamanan pasca serangan. Dengan demikian, sistem tersebut dapat berjalan baik atau menjadi normal kembali. Biasanya para penyerang akan menghapus seluruh log-log yang tertinggal pada sistem target (log cleaning) setelah melakukan serangan.
Firewall atau tembok-api adalah sebuah sistem atau perangkat yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang tidak aman. Umumnya, sebuah tembok-api diterapkan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dan jaringan lainnya. Tembok-api umumnya juga digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar ataupun pencuri data lainnya, Disamping itu Firewall merupakan suatu cara/sistem/mekanisme yang diterapkan baik terhadap hardware, software ataupun sistem itu sendiri dengan tujuan untuk melindungi, baik dengan menyaring, membatasi atau bahkan menolak suatu atau semua hubungan/kegiatan suatu segmen pada jaringan pribadi dengan jaringan luar yang bukan merupakan ruang lingkupnya.
Firewall merupakan suatu cara atau mekanisme yang diterapkan baik terhadap hardware, software ataupun sistem itu sendiri dengan tujuan untuk melindungi, baik  dengan menyaring, membatasi atau bahkan menolak suatu atau semua hubungan/kegiatan suatu segmen pada jaringan pribadi dengan jaringan luar yang bukan merupakan ruang lingkupnya. Segmen tersebut dapat merupakan sebuah workstation, server, router, atau local area network (LAN). Penggunaan firewall secara umum di peruntukkan untuk melayani :
  1. mesin/computer setiap individu yang terhubung langsung ke jaringan luar atau internet dan menginginkan semua yang terdapat pada komputernya terlindungi.
  2. Jaringan komputer yang terdiri lebih dari satu buah komputer dan berbagai jenis topologi jaringan yang digunakan, baik yang di miliki oleh perusahaan, organisasi dsb.
Firewall adalah sebuah pembatas antara suatu jaringan lokal dengan jaringan lainnya yang sifatnya publik  sehingga setiap data yang masuk dapat diidentifikasi untuk dilakukan penyaringan sehingga aliran data dapat dikendalikan untuk mencegah bahaya/ancaman yang datang dari jaringan publik  seperti ilustrasi berikut,

Firewall juga dapat memantau informasi keadaan koneksi untuk menentukan apakah ia hendak mengizinkan lalu lintas jaringan. Umumnya hal ini dilakukan dengan memelihara sebuah tabel keadaan koneksi (dalam istilah firewall: state table) yang memantau keadaan semua komunikasi yang melewati firewall. Secara umum Fungsi Firewall adalah untuk:
  1. Mengatur dan mengontrol lalu lintas.
  2.  Melakukan autentikasi terhadap akses.
  3.  Melindungi sumber daya dalam jaringan privat.
  4. Mencatat semua kejadian, dan melaporkan kepada administrator
Jenis Firewall dapat dikelompokan menjadi empat yakni:
  1. Personal Firewall didesain untuk melindungi sebuah komputer yang terhubung ke jaringan dari akses yang tidak dikehendaki. Firewall jenis ini akhir-akhir ini berevolusi menjadi sebuah kumpulan program yang bertujuan untuk mengamankan komputer secara total misalnya : Microsoft Windows Firewall
  2. Network ‘‘’’Firewall didesain untuk melindungi jaringan secara keseluruhan dari berbagai serangan. Umumnya dijumpai dalam dua bentuk, yakni sebuah perangkat terdedikasi atau sebagai sebuah perangkat lunak yang diinstalasikan dalam sebuah server. Misalnya :   Internet Security and Acceleration Server (ISA Server), Cisco PIX
  3. IP Filtering Firewall : Sebuah IP Filtering firewall bekerja pada level paket
  4. Proxy Server :  Cara kerja proxy server, terlihat saat user terhubung dengan proxy server dengan perangkat lunak client, proxy server akan menduplikasi komunikasi tersebut.
MENGIDENTIFIKASI KEBUTUHAN FIREWALL
Untuk membangun sebuah jaringan yang memiliki pengamanan firewall, maka dibutuhkan hardware yang digunakan sebagai server. Selain hardware, sistem operasi harus di-instalasi agar jaringan dapat berfungsi dengan baik, seperti: Windows Server2000, Windows Server 2003, Linux, Fedora, Mandriva, Debian, Ubuntu, FreeBSD dan Sun Solaris. Selanjutnya pada servertersebut diinstalasi Paket program Firewall,seperti:WinGate, Microsoft ISA, Firestarter dan Shorewall.
  • Highlevel Risk Assesment.
Pengujian terhadap keamanan jaringan juga harus memenuhi berbagai macam kriteria, termasuk sampai ke dalam high level risk atau tingkat ancaman paling tinggi. Sebuah firewall yang baik seharusnya dapat menahan serangan sampai tingkat yang paling tinggi, walaupun peran seorang administrator jaringan dan system administrator diperlukan untuk memantau kinerja dan kinerja sistem jaringan termasuk kinerja server yang dimiliki.
  • Menentukan perangkat keras yang diperlukan.
Sebuah server adalah komputer yang memiliki kapasitas lebih besar dari workstation. Dari segi memory, hal ini untuk mendukung multiple task yang aktif pada saat yang bersamaan. Harddisk yang lebih besar juga dibutuhkan untuk menyimpan data. Server juga harus memiliki extra expansion slots pada system board nya untuk memasang beberapa device seperti printer dan beberapa NIC.
  • Inspeksi paket
Stateful Packet Inspection merupakan proses inspeksi paket yang tidak dilakukan dengan menggunakan struktur paket dan data yang terkandung dalam paket, tapi juga pada keadaan apa host-host yang saling berkomunikasi tersebut berada.
  • Melakukan autentikasi terhadap akses
Firewall dilengkapi dengan fungsi autentikasi dengan menggunakan beberapa mekanisme autentikasi, sebagai berikut:
  1.         Firewall dapat meminta input dari pengguna mengenai nama pengguna (user name) serta kata kunci (password).
  2.         Metode kedua adalah dengan menggunakan sertifikat digital dan kunci publik
  3.         Metode selanjutnya adalah dengan menggunakan Pre-Shared Key (PSK) atau kunci yang telah diberitahu kepada pengguna
Salah satu tugas firewall adalah melindungi sumber daya dari ancaman yang mungkin datang. Proteksi ini dapat diperoleh dengan menggunakan beberapa peraturan pengaturan akses (access control), penggunaan SPI, application proxy, atau kombinasi dari semuanya untuk mencegah host yang dilindungi dapat diakses oleh host-host yang mencurigakan atau dari lalu lintas jaringan yang mencurigakan. Firewall juga mampu mencatat semua kejadian, dan melaporkan kepada administrator. mencatat apa-apa saja yang terjadi di firewall amatlah penting, sehingga bisa membantu kita untuk memperkirakan kemungkinan penjebolan keamanan atau memberikan umpan balik yang berguna tentang kinerja firewall
CARA KERJA FIREWALL
  1. Menutup traffic yang datang (incoming network traffic) berdasarkan sumber atau tujuan dari traffic tersebut : memblok incoming network traffic yang tidak diinginkan adalah fitur yang paling umum yang disediakan oleh firewall.
  2. Menutup traffic yang keluar (outgoing network traffic) berdasarkan sumber atau tujuan dari traffic tersebut : Firewall juga bisa menyaring traffic yang yang berasal dari jaringan internal ke Internet, misalnya ketika kita ingin mencegah user dari mengakses situs-situs porno.
  3. Menutup traffic berdasarkan kontennya: Firewall yang lebih canggih dapat memonitor traffic dari konten-kontent yang tidak di inginkan, misalnya firewall yang didalamnya terintegrasi antivirus ia dapat mencegah file yang terinveksi oleh virus masuk ke komputer atau jaringan komputer internal yang kita miliki
  4. Melaporkan traffic di jaringan dan kegiatan firewall  : Ketika memonitor traffic jaringan dari dan ke Internet, yang juga penting adalah mengetahui apa yang dikerjakan oleh firewall, siapa yang mencoba membobol jaringan internal dan siapa yang mencoba mengakses informasi yang tidak layak dari Internet.
LANGKAH – LANGKAH MEMBANGUN FIREWALL
  1. Mengidenftifikasi bentuk jaringan yang dimiliki
Mengetahui bentuk jaringan yang dimiliki khususnya toplogi yang di gunakan serta protocol jaringan, akan memudahkan dalam mendesain sebuah firewall
  1. Menentukan Policy atau kebijakan dengan mengidentifikasi :
  • Menentukan apa saja yang perlu di layani
  • Menentukan individu atau kelompok-kelompok yang akan dikenakan policy atau kebijakan tersebut
  • Menentukan layanan-layanan yang di butuhkan oleh tiap tiap individu atau kelompok yang menggunakan jaringan
  • Berdasarkan setiap layanan yang di gunakan oleh individu atau kelompok tersebut akan ditentukan bagaimana konfigurasi terbaik yang akan membuatnya semakin aman
  • Menerapkankan semua policy atau kebijakan tersebut
  1. Menyiapkan Software / Hardware yang akan digunakan
Baik itu operating system yang mendukung atau software-software khusus pendukung firewall seperti ipchains, atau iptables pada linux, dsb. Serta konfigurasi hardware yang akan mendukung firewall tersebut.
  1. Melakukan test konfigurasi
Pengujian terhadap firewall yang telah selesai di bangun haruslah dilakukan, terutama  untuk mengetahui hasil yang akan kita dapatkan, caranya dapat menggunakan tool tool yang biasa dilakukan untuk mengaudit seperti nmap.
ARSITEKTUR FIREWALL
Ada beberapa arsitektur firewall. Pada artikel ini hanya akan dijelaskan beberapa diantaranya, yaitu : dual-homed host architecture, screened host architecture, dan screened subnet architecture.
  1. Arsitektur Dual-Homed Host
Arsitektur Dual-home host  dibuat disekitar komputer dual-homed host, menggunakan sebuah komputer dengan (paling sedikit) dua network- interface. Interface pertama dihubungkan dengan jaringan internal dan yang lainnya dengan Internet. Dual-homed host nya sendiri berfungsi sebagai bastion host (front terdepan, bagian terpenting dalam firewall) (mulyana 2000) fungsi routing pada host ini di non-aktifkan .Sistem di dalam firewall dapat berkomunikasi dengan dual-homed host dan sistem di luar firewall dapat berkomunikasi dengan dual-homed host, tetapi kedua sistem ini tidak dapat berkomunikasi secara langsung.
Dual-homed host dapat menyediakan service hanya dengan menyediakan proxy pada host tersebut, atau dengan membiarkan user melakukan logging secara langsung pada dual-homed host.
  1. Arsitektur Screened Host
Arsitektur screened host menyediakan service dari sebuah host pada jaringan internal dengan menggunakan router yang terpisah (Ariefati 2010). Pada arsitektur ini, pengamanan utama dilakukan dengan packet filtering. Bastion host berada dalam jaringan internal. Packet filtering pada screening router dikonfigurasi sehingga hanya bastion host yang dapat melakukan koneksi ke Internet (misalnya mengantarkan mail yang datang) dan hanya tipe-tipe koneksi tertentu yang diperbolehkan. Tiap sistem  eksternal yang mencoba untuk mengakses sistem internal harus berhubungan dengan host ini terlebih dulu. Bastion host diperlukan untuk tingkat keamanan yang tinggi.
  1. Arsitektur Screened Subnet
Arsitektur screened subnet menambahkan sebuah layer pengaman tambahan pada arsitekture screened host, yaitu dengan menambahkan sebuah jaringan perimeter yang lebih mengisolasi jaringan internal dari jaringan Internet  (Ariefati 2010).

Jaringan perimeter mengisolasi bastion host sehingga tidak langsung terhubung ke jaringan internal. Arsitektur screened subnet yang paling sederhana memiliki dua buah screening router, yang masing-masing terhubung ke jaringan perimeter. Router pertama terletak di antara jaringan perimeter dan jaringan internal, dan router kedua terletak di antara jaringan perimeter dan jaringan eksternal (biasanya Internet). Untuk menembus jaringan internal dengan tipe arsitektur screened subnet, seorang intruder harus melewati dua buah router tersebut sehingga jaringan internal akan relatif lebih aman.

Dengan adanya firewall dalam suatu sistem jaringan komputer diharapkan dapat melindungi informasi-informasi penting dan dapat memanajemen lalu lintas pengaksesan dari dalam maupun dari luar sistem. Guna meningkatkan kinerja seluruh bagian- bagian terkait mencapai kemaksimalan suatu koneksi atau jariangan dari dalam maupun luar yang memberi efek menguntungkan bagi si pengguna.Sebagai salah satu sistem pengamanan jaringan dan komputer, firewall hanyacocok digunakan sebagai salah satu sistem pengamanan dan tidak dapatdijadikan sebagai satu-satunya sistem tunggal untuk mengamankan jaringan.Karena karakteristik firewall yang hanya berfungsi sebagai pendeteksi danpemberi peringatan terhadap gangguan yang datang dari luar dan dalamsistem jaringan itu sendiri. Sehingga harus dikombinasikan denganbeberapa metode pengamanan lain untuk melengkapi kekurangan yang dimiliki.

KONSEP KERJA SOFTSWITCH XI TKJ DARING

SUMBER : http://komunikasidatavita.blogspot.com

Konsep kerja protokoler server softswitch

Konsep Kerja Protokoler Server Softswich

                      
A. Pengertian VoIP (Voice over Internet Protocol) 
VoIP adalah teknologi yang memungkinkan percakapan suara jarak jauh melalui media internet dalam proses komunikasinya suara diubah menjadi kode digital dan dialirkan melalui jaringan yang mengirimkan paket-paket data, dan bukan lewat sirkuit analog telepon biasa, dengan arti lain VoIP dapat didefinisikan suara yang dikirim melalui protokol internet (IP). 
B. Konsep Kerja Server Softswitch
Softswitch adalah suatu alat yang mampu menghubungkan antara jaringan sirkuit dengan jaringan paket, termasuk di dalamnya adalah jaringan telpon tetap (PSTN), internet yang berbasis IP, kabel TV dan juga jaringan seluler yang telah ada selama ini. Softswitch merupakan sebuah sistem telekomunikasi masa depan yang mampu memenuhi kebutuhan pelanggan yaitu mampu memberikan layanan triple play sekaligus dimana layanan ini hanya mungkin dilakukan oleh sistem dengan jaringan yang maju seperti teknologi yang berbasis IP.
C. Kebutuhan perangkat VOIP
Hal yang menarik tentang VOIP adalah banyaknya cara     untuk melakukan panggilan. Saat ini ada 3 jenis metode yang berbeda yang paling sering digunakan untuk melakukan layanan VOIP, yaitu : 

A. ATA (Analog Telephone Adaptor) 

B. IP Phones 

C. Computer to computer

  • ATA (Analog Telephone Adaptor) : memungkinkan kita untuk menghubungkan pesawat telepon biasa ke komputer atau disambungkan ke internet untuk dipakai VOIP. ATA adalah alat pengubah sinyal dari analog menjadi digital. Cara kerjanya adalah mengubah sinyal analog dari telepon dan mengubahnya menjadi data digital untuk di transmisikan melalui internet.

  • IP Phones : IP phones menghubungkan dari telepon ke  router, dan didalam IP Phones sudah ada semua perangkat keras maupun lunak yang sudah terpasang didalamnya yang menunjang melakukan pemanggilan IP.


  • Computer to computer


  1. Merupakan cara yang paling mudah untuk melakukan panggilan Voip. Yang harus kita siapkan hanyalah software, mikrofon, speaker, soundcard dan koneksi internet. 
  2. Dengan peralatan diatas kita sudah bisa membuat panggilan Voip, seberapa jauhpun jaraknya tidak menjadi masalah asal memiliki komponen seperti disebutkan diatas dan tentunya koneksi internet


  • Konsep Kerja Server Soft switch

  1. Softswitch merupakan kumpulan dari beberapa perangkat protokol dan aplikasi yang memungkinkan perangkat-perangkat lain dapat mengakses layanan telekomunikasi atau internet berbasis jaringan IO, dimana seluruh prosesnya dilakukan dengan menjalankan software pada suatu sitem komputer.

  • Cara Kerja Softswitch

  1. Softswitch , Ketika pelanggan gateway dan telepon Ip mengirimkan sinyal satu sama lain dalam jaringan paket dengan menggunakan protokol Ip teleponi seperti H.323 atau SIP. Setelah sinyal diterima  softswitch akan mengidentifikasikan panggilan yang masuk apakah berasl dari jaringan PSTN atau Jaringan IP . Jika dipanggil menggunakan jaringan IP, softswitch akan menginstrusikan originating customer gateway dan  terminating customer gateway untuk merutekan packetized vice stream secara langsung. Softswitch mengontrol pembentukan (setup) dan pemutusan (release)panggilan dari dan ke pelanggan dan sekaligus mengatur hubunganpelanggan tersebut dengan internet secara simultan.

    Komponen – komponen softswitch

    Komponen – komponen softswitch
  2. Gateway Controller (GC) berfungsi untuk mengontrol semua sesi layanan dan komunikasi, mengatur interaksi elemen-elemen jaringan yang lain.
  3. Signaling Gateway (SG)  suatu jembatan antara jaringan SS7 dengan jaringan IP dibawah kendali dari MGC.SG hanya menangani pensinyalan SS7
  4. Media Gateway (MG) berfungsi sebagai elemen transport untuk merutekan trafik dalam jaringan softswitch dan juga mengirim atau menerima trafik dari jaringan lain yang berbeda
  5. Feature Server (FS) menggunakan sumber daya dan layanan yang terkait dengan komponen yang lain pada softswitch tersebut.
  6. Media Server (MS) fungsinya yakni, untuk memperkaya softswitch dengan kemampuan media. Misalnya yakni untuk menanggapi respon suara, tugas itu akan dilakukan oleh media server

JOBSHEET VOiP

SUMBER ASAL : http://afm98.blogspot.com

Membuat dan Mengkonfigurasi Server VoIP (Softswitch) dengan Asterisk dan Zoiper (Softphone)


Kali ini kita akan membuat jaringan telepon gratis dengan memanfaatkan jaringan LAN yang ada.
Dalam membuat jaringan telepon lokal dan gratis ini, tentunya kita membutuhkan sebuah server. Dalam hal ini yang kita butuhkan adalah server VoIP karena kita menggunakan jaringan LAN, juga software telepon untuk digunakan di client (baik di komputer ataupun di handphone).

Sebagai pemula kita gunakan VoIP Server yang sudah terkenal yaitu asterisk, namun kali ini kita gunakan yang versi windows, yaitu astersikwin32.
Sedangkan untuk clientnya kita gunakan Zoieper.

Berikut-berikut langkah-langkah instalasi softswitch asteriskwin32 :

1. Jika sobat belum punya aplikasi installernya silahkan download di server softswitch.
konfigurasi softswitch
2. Double klick file di atas, maka akan muncul tampilan seperti ini

3. Klik saja tombol Next
4. Pilih I accept the agreement, kemudian klik tombol next


5. Pada langkah ini, sobat diberikan pilihan untuk menentukan lokasi di folder mana server softswitch asteriskwin32 akan diinstal, kemudian klik tombol next untuk melanjutkan instalasi.
6. Jika di komputer sobat sudah pernah diinstal softswitch ini, pilih PBX Update, tetapi jika baru melakaukan instalasi maka pilih PBX New Installation, kemudian klik tombol next, dan tunggu sampai proses instalasi selesai. Jika sudah selesai maka akan di windows desktop akan muncul icon PBX Manager


Proses instalasi server Voip (Softswitch) dengan asteriskwin32 sudah selesai.


Konfigurasi Server VoIP Softswitch

1. Jalankan Server VoIP, Klik tombol start, klik AsteriskWin32 GUI

2. Tunggu sampai muncul tampilan di bawah ini

3. Setelah Statusnya Asterisk Ready, Klik PBX Manager, akan muncul tampilan berikut

artinya sever VoIP asterisk sudah siap digunakan.

4. Klik Admin untuk mengkonfigurasi extension.
5. Akan muncul tampilan untuk msngisi password
6. Isi password dengan admin, dan klik OK, maka akan muncul tampilan berikut
7. Klik PBX Params, akan muncul tampilan di bawah ini 

8. Klik SIP Option, disini kita akan mengisi Host/IP dengan IP Address komputer dimana server VoiP asteriskwin32 diinstal


9. Di sini kita akan mengisi Host/IP dengan IP Address komputer dimana server VoiP asteriskwin32 diinstal, isi port dengan 5060 atau 5061, biarkan Extern IP dan Locahet dikosongkan, kemudian klik save.

10. Setelah di save akan kembali ke menu utama dari PBX PARAMS, 


11. Klik PBX Moduls, untuk menambahkan modul-modul yang diperlukan komunikasi telepon VoIP.



12. Pada gruo Modules to Load, harus ada file yang diberi tanda kuning, jika belum ada, maka cari di bagian sebelah kiri, kemudian pilih dan klik tombol load untuk menambahkannnya.
13. Klik Save, kita kembali ke menu utama

Konfigurasi Dial Plan

Konfigurasi merupakan proses konfigurasi user atau ekstension yang akan digunakan oleh voip client, ekstension ini merupakan deretan angka yang kita tentukan sendiri. Namun pada server VoIP asteriskwin32 ini karena mungkin versi gratis alias free, kita tidak bisa menambah ekstension atau user, tapi kita sudah disediakan 3 user untuk SIP dan 1 user intuk ..
Ini langkah-langkah kofigurasi dial plan
1. Kembali kita ke Tampilan utama dari PBX Admin 



1. Kembali kita pilih menu DIAL PLAN, maka akan muncul tampilan berikut :
2. Pilh atau klik salah satu eksension yang akan kita seting, contohnnya 3000, maka akan muncul tampilan berikut ini :




3. Isi passwordnya sesuai sesuai keinginan kita, kemudian klik save.
4. Lakukan hal yang sama untuk konfigurasi ekstension yang lain.
5. Setelah selesai meng-konfigurasi ekstension kita kembali ke menu utama

6. Sampai di sini konfigurrasi server selesai, kita kembali ke menu utama dengan meng-klik tombol yang dilingkari merah.


7. Klik tombol QUIT, Kemudian kita akan me-restart server.

1. Kembali kita pilih menu DIAL PLAN, maka akan muncul tampilan berikut :
2. Pilh atau klik salah satu eksension yang akan kita seting, contohnnya 3000, maka akan muncul tampilan berikut ini :




3. Isi passwordnya sesuai sesuai keinginan kita, kemudian klik save.
4. Lakukan hal yang sama untuk konfigurasi ekstension yang lain.
5. Setelah selesai meng-konfigurasi ekstension kita kembali ke menu utama

6. Sampai di sini konfigurrasi server selesai, kita kembali ke menu utama dengan meng-klik tombol yang dilingkari merah.


7. Klik tombol QUIT, Kemudian kita akan me-restart server.
7. Klik Menu Tools -> PBX Reload, untuk me-restart server VoIP, agar konfigurasi server yang sudah kita lakukan berjalan. Proses Konfigurasi Server VoIP Selesai

Kamis, 28 Februari 2019

perbaikan printer, dari senior kita kang mistri wandono :D, bagi yang pernah mengalami printer epson MATI TOTAL, monggo dicoba